Lewati ke konten

Silsilah ke-7 Muqaddimah-Sur'âtut Tilâwah

Penulis: Abu Hanifa Muhamad Muslih | Tanggal Rilis Asli: February 01, 2021
Sumber: Tautan Telegra.ph

Tingkatan Bacaan Al-Qur’an (Marâtibul Qiraah/Sur’âtut Tilawah)

Ditinjau dari sisi cepat atau lambatnya bacaan Al-Qur’an (temponya) para ulama membaginya menjadi 3, meskipun sebagian lainnya membaginya menjadi 4. Namun yang lebih tepat adalah membagi tingkatan/tempo bacaan Al-Qur’an menjadi 3 sebagaimana perkataan Imam Ibnul Jazari رحمه الله تعالى dalam Thayyibatun Nasyr:

وَيُقْرَأُ الْقُرْآنُ بِالتَّـحْقِيقِ مَعْ     حَدْرٍ وَتَدْوِيرٍ وَكُلُّ مُتَّبَعْ

مَعْ حُسْنِ صَوتٍ بِلُحُونِ الْعَرَبِي    مُرَتَّلاً مُجَوَّداً بِالْعَرَبِي

“Dan Al-Qur`an dibaca dengan tahqiq,

dan Hadr, dan tadwir dan semuanya ber-ittiba’.”(ada sandarannya dari Rasul).

Dengan suara yang bagus, dengan dialek Arab, tartil (khusyu’ dan tadabbur), tajwid (menyempurnakan hak dan mustahak) dengan bahasa Arab (yang fasih)

A. Tingkatan/Tempo pertama yaitu,

Tahqiq (التحقيْق) yaitu Tingkatan bacaan Al-Qur`an yang lambat

Secara bahasa tahqiq artinya adalah Tarqiq dan Ta’kid (Teliti dan Menguatkan) adapun secara istilah adalah :

القراءة بتؤدة واطمئنان مع المبالغة في الإتيان بالشيء على حقه من غير زيادة ولا نقصان وهو يصلح في مقام التعليم

Membaca dengan lambat dan tenang dengan benar-benar memberikan haknya secara tepat dan maksimal tanpa ada tambahan dan pengurangan. Tingkatan ini cocok digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. (Hilyatut Tilawah)

Dr. Su’ad berkata dalam kitab ‘Taysirurrahmaan fii Tajwiidil Quran‘, hal. 29 :

“Membaca dengan tahqiq afdhal (lebih baik) dan sangat baik dalam proses kegiatan belajar-mengajar”.

Contoh : bacaan dengan tempo ini adalah bacaan Syaikh Mahmud Khalil Al-Hushari yang sudah tersebar rekamannya atau Syaikh Abdullah Ali Bashfar versi Mujawwad.

Yang harus diperhatikan : Bacaaan dengan tempo ini harus dikuasai oleh pelajaran Tajwid dan Tahsin Dan Berhati-hati memanjangkan ukuran harakat (Isyba’ul Harakat) atau mengayun bacaan 1 harakat menjadi seperti Madd. Madd ‘Aridh/Lin pada tingkatan ini cocok dibaca 6 harakat.

B. Tingakatan kedua adalah yaitu,

Tadwir (التدوير) Yaitu Tingkatan bacaan yang sedang antara tempo bacaan Tahqiq dan Hadr.

Secara Bahasa Tadwir berarti menjadikan sesuatu dengan bentuk melingkar. Adapun menurut Istilah Tadwir adalah :

توسّط القراءة بين التحقيق والحدر

Bacaan yang sedang (pertengahan) yakni

antara tahqiq dan hadr.

Menurut kami bacaan ini cocok digunakan ketika mengimami Shalat Fardhu 5 waktu dan tilawah sehari-hari.

Contoh : Contoh bacaan dengan tempo ini adalah sebagaimana bacaan pada rekaman Murattal pada umumnya misalnya Syaikh Misyari Rasyid Al-‘Afasy atau Syaikh Sa’ad Al Ghamidi atau masyaikh lainnya.

Yang harus diperhatikan : Bacaan dengan tempo ini Madd ‘Aridh/Lin cocok dibaca 4 harakat.

C. Tingkatan ketiga yaitu,

Hadr (الحدر) Yaitu tingkatan bacaan yang cepat

Secara Bahasa Hadr berarti As-Sur’ah (cepat) adapun secara Istilah hadr adalah :

وهو الإسراع القراءة مع المحافظة على قواعد التّجويد، ومراعاتها بدقّة، وليحذر القارئ فيه من بتر حرف المدّ أو ذهاب صوت الغنّة أو اختلاس الحركات

“Bacaan cepat dengan tetap menjaga dan memperhatikan kaidah-kaidah tajwid dengan sangat cermat, dan hendaknya seorang qari berhati-hati dari memotong huruf mad, menghilangkan suara ghunnah, atau ikhtilas (membaca sebagian) harakat.

Menurut kami bacaan ini cocok digunakan ketika shalat malam (Qiyamul Lail) atau ketika mengimami Shalat Tarawih atau ketika Muraja’ah Hafalan.

Contoh : Bacaan hadr adalah seperti bacaan Syaikh Su’ud Asy-Syuraim atau Syaikh Abdurrahman As-Sudais serta para Masyaikh lain saat mengimami shalat tarawih.

Yang harus diperhatikan : Hendaklah berhati-hati dari mengurangi hak dan mustahak huruf, meninggalkan ghunnah, tidak memanjangkan mad, atau merusak/mengurangi kadar harakat. Madd ‘Aridh/Lin pada tingkatan ini cocokm dibaca 2 harakat.

D. Catatan Penting

Perlu diketahui bahwa Istilah Tartil mencakup tiga tingkatan bacaan diatas. Maka Tartil bukanlah termasuk tingkatan/tempo membaca Al-Qur`an, melainkan sifat yang mesti dijaga bersamaan dengan ketiga tingkatan yang telah diuraikan. Jadi, dengan tempo apapun kita membaca Al-Qur`an, wajib menyertakan tartil di dalamnya.

Wallahu A’lam